Kinan Story

Skincare VS Make Up [Razia Skincare di Sekolah]

Bismillah. Assalamu’alaykum…♥

Sebagai netizen yang tiap hari nggak bisa lepas dari berita-berita viral, minggu-minggu kemarin media sosial kita pasti dipenuhi dengan berita razia make up dan skincare di salah satu SMA entah di kota mana.

Sebenarnya udah agak basi sih mau nulis ini di blog. Tapi karena menurutku hal ini sangat menarik jadi ya sudahlah kutulis saja. Siapa tahu nanti kejadian yang sama bakalan terulang dimasa depan dan tulisan ini ada manfaatnya buat yang baca.

Lanjut soal razia skincare tadi, suara netizen sendiri terbagi menjadi tiga: tim pro, tim kontra dan tim bodo amat *nyengir*

Aku? Tentu aja aku masuk tim kontra dong!

Kenapa aku masuk ke tim kontra?

Jadi kalo diliat-liat dari foto yang ada, yang berhasil di razia sama OSIS itu 80% isinya adalah skincare. Yang mana kalo ditelisik lagi, dari 80% itu hampir setengahnya adalah SUNSCREEN. Sisanya ada lipbalm, handbody, body cologne, sisir dan beberapa ada yang tergolong make up.

Razia skincare di sekolah yang rata-rata isinya adalah sunscreen dan perlengkapan skincare lainnya

YHAAA… bikin sedihnya itu adalah kenapa sih skincare harus di razia? Kalo aku justru bahagia karena adik-adik yang masih SMA sekarang udah banyak yang sadar untuk merawat kulitnya sejak dini. Buktinya sudah banyak diantara mereka yang bawa sunscreen ke sekolah. I know ini tujuannya buat reapply. YES! Sunscreen memang butuh direapply beberapa jam sekali sesuai kebutuhan.

Sunscreen loh ya. Sunscreen ini esensial sekali posisinya didalam PERAWATAN KULIT. Sunscreen ini kebutuhan. Bukan buat gegayaan.

Sebagai orang yang pernah jadi anak sekolahan, aku tau persis gimana padatnya aktivitas mereka yang pasti lebih banyak beraktivitas diluar ruangan dibanding didalam ruangan. Bahkan dari TK sampai SMA, ruangan sekolahku terbuka. Jadi otomatis selalu kena matahari.

Belum lagi kalo pelajaran olahraga. Apalagi yang dapat jadwal pelajaran olahraganya di siang pas matahari lagi terik-teriknya. Ya Rabb… aku tau banget gimana rasanya kulit habis itu.

Belum lagi bau asemnya habis keringetan. Masa bebersih dan kasih wewangian sedikit aja nggak boleh? Apakah kita lebih suka melihat adik-adik kita yang masih sekolah itu kucel dan bau asem? *geleng kepala*

Bisalah bayangin betapa keling dan dekilnya aku dulu. Apalagi zaman sekolah itu aku tinggal di kota Pangkalpinang yang pulaunya dikelilingi laut. Panas dan teriknya laut tuh gampang banget bikin kulit menggosong.

Buat yang ngerasa ditubuhnya punya kulit, pasti tau dong kalo sinar matahari ini punya efek buruk. Efek buruknya apa? Memerah, iritasi, perih, gosong, mengelupas sampai yang paling parah ya kanker kulit.

Baca juga: Sunscreen, Our Skin Hero

Kemarin aku sempat bikin instastory soal ini dan beberapa orang followers sempat DM sharing soal penggunaan sunscreen diluar negeri. Diluar negeri tuh udah banyak sekolah yang menyediakan sunscreen untuk anak didiknya. Ada juga sekolah yang menyarankan orang tua membekali anaknya sunscreen selain bekal makanan tentunya kalo ke sekolah. Ini udah dimulai dari mereka masih di Taman Kanak-Kanak.

Sedangkan di Indonesia? Yang udah pada melek soal kebutuhan akan sunscreen malah dibully. Dibilangnya sok gegayaan dan centil *elus dada*

Merawat apa yang Allaah kasih kok centil sih, Mbak Mas? Astaghfirullah.

Selama sunscreen (dalam lingkup besarnya skincare) ini tidak dipakai atau diaplikasikan ketika KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), ya monggo aja anak-anak sekolah dipakai.

SKINCARE VS MAKE UP

Aku sempat baca beberapa pendapat netizen yang pro dengan razia skincare di sekolah ini. Rata-rata kulihat yang pro adalah mereka yang belum bisa membedakan fungsi skincare dan make up. Padahal skincare dan make up itu jauh sekali bedanya.

Skincare untuk merawat sedangkan make up untuk menghias.

Yang termasuk skincare misalnya adalah pembersih wajah, sunscreen, lipbalm (lipbalm berwarna pun masuk dalam golongan skincare menurutku apalagi yang berSPF), moisturizer, serum, essence dan toner.

Baca juga: Basic skincare atau skincare untuk pemula

Contoh skincare. Pic by Google

Make up diantaranya adalah bb cream, cc cream, lipstick, bedak, foundation, blush on, maskara, dan lain-lain yang sifatnya memang akan mempercantik tampilan si pemakai.

Contoh Make Up. Pic by Google

Honestly aku pribadi adalah orang yang kontra untuk pemakaian make up ke sekolah. Tapi kalo harus dipilah pilih lagi, pemakaian bedak translucent dan liptint yang warnanya nggak terlalu medhok masih okelah untuk dipakai di sekolah. Untuk diluar sekolah? Tentu saja anak sekolah bebas mengekspresikan diri mereka selama itu nggak melanggar norma agama dan kesopanan, IMHO.

Kadang kupikir dengan adanya salah kaprah soal skincare dan make up ini, bikin dampak buruk. Kasian banget sama adek-adek yang memang kulitnya bermasalah dan butuh dirawat. Misalnya yang punya ezema yang nggak memungkinkan kulitnya dalam keadaan kering. Setauku ezema ini harus selalu diaplikasikan moisturizer. Punya ezema itu menderita banget. Rasa gatalnya kadang sampe bikin luka kalau terus-terusan digaruk karena nggak pernah dirawat.

Jadi buat Ibu Bapak guru diluaran sana, tolonglah edukasi diri kita dan orang-orang disekitar kita yang mungkin belum mengerti soal ini. Jangan sampai adik-adik yang memang membutuhkan perawatan ekstra pada kulitnya jadi menderita karena peraturan yang menurutku nggak masuk akal. Peraturan yang diakibatkan karena kurangnya edukasi soal kebutuhan kulit.

Mudah-mudahan orang Indonesia makin banyak melek soal skincare dan bisa membedakan mana yang justru wajib dipakai mana yang sekedar additional aja.

Love dari seorang skincare enthusiast yang gusar akan nasib kulit adik-adik yang masih sekolah,

1 thought on “Skincare VS Make Up [Razia Skincare di Sekolah]”

  1. aku sama kaya mbak kinan nggak setuju juga sama razia skincare disekolah. anakku yang masih tk aja selalu kupakaikan sunscreen kok, masa anak SMA yang notabene juga butuh sunscreen gak diperbolehkan bawa ke sekolah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *