Skincare101

Humectant, Emollient dan Occlusive

Bismillah. Assalamu’alaykum ♥ 

Udah lama banget aku nggak nulis di kolom skincare101 di blog ini. Beberapa bulan terakhir lagi demen dan fokus nulis buat ngisi kolom review dan Kinan’s story. Insyaa Allaah sekarang aku mau bahas sedikit soal humectant, emollient dan occlusive, yah, biar kita semua jadi pintar dan bisa pilih produk skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit.

Ada yang udah ngerti belum perbedaan ketiganya apa? Kalo belum berarti kamu harus baca postingan ini sampai selesai. Let’s check it out!

Sebenernya humectant, emollient dan occlusive itu apa sih?

Mudahnya mereka itu adalah salah satu komponen yang membentuk dan harus ada dalam sebuah moisturizer. Fungsi ketiganya adalah untuk memberikan kelembaban. Tapi kelembaban yang diberikan punya fungsi masing-masing yang berbeda yang dibutuhkan oleh kulit kita.

Sebuah moisturizer biasanya bersifat dua dari tiga sifat tersebut. Misal humectant-emollient, emollient-occlusive, hummectant-occlusive atau bahkan kombinasi ketiganya.

HUMECTANT

Cara melembabkan sebuah moisturizer yang mengandung humectant adalah menarik air dari udara agar bisa menyerap ke kulit namun jika udara tidak cukup lembab maka dia akan mengambil air dari lapisan terdalam kulit kita.

Humectant sendiri biasanya banyak di produk hydrating toner and i love hydrating toner so much. Secara ya kulitku ini dehidrasi dan dehidrasinya gampang banget kambuh. Pake hydrating toner berlayer-layer dengan 7 skin method sangat membantu sekali untuk bikin kulitku terasa lebih lembab dan menghindari dari dry patches.

Tapi humectant ini sebaiknya harus dilayering lagi dengan yang sifatnya emollient/occlusive agar menghindari kulit mengalami TEWL(transepidermal water loss).

Apakah TEWL itu? Sederhananya TEWL adalah proses menguapnya air dari lapisan epidermis kulit. Penyebabnya bisa berbagai macam. Beberapa diantaranya adalah udara dingin, polusi, sinar UV, alcohol, stress, kelelahan dan lain-lain.

Pernah nggak ngerasa udah pake hydrating toner berlayer-layer tapi kulitmu malah berasa makin kering? Kemungkinan kulitmu sudah mengalami TEWL.

Beberapa ingredients yang bersifat humectant adalah hyaluronic acid, madu, gylcerin, aloe vera, butylene glycol, sodium hyaluronate, urea, dan lain-lain.

OCCLUSIVE

Tugas moisturizer yang bersifat occlusive adalah menjebak dan mengunci air yang ada di dalam kulit sehingga terhindar dari kekeringan. Selain itu dia juga dapat meningkatkan level kelembaban kulit dengan cara memberikan lapisan pelindung sehingga kadar air yang sudah ada tetap terjaga.

Oleh karena itu moisturizer yang sifatnya occlusive biasanya terasa sangat tebal, berminyak/greasy dan rich banget. Kalau dioleskan ke kulit rasanya tuh agak sulit diratakan dan kayak ada lapisan diatas permukaan kulit dan nggak bisa menyerap.

Beberapa contoh ingredients moisturizer yang bersifat occlusive adalah wax, shea butter, cocoa butter, mineral oil, petroleum jelly, paraffin, dan lain-lain.

EMOLLIENT

Sebenarnya antara occlusive dan emollient ini hampir-hampir mirip sih. Rasanya di kulit juga agak susah dibedakan. Tapi kalo kamu udah cobain banyak moisturizer, lama-lama pasti bisa bedain “rasa” occlusive dan emollient.

Kalo occlusive bertugas menjebak dan mengunci air yang ada di dalam kulit serta bisa meningkatkan level kelembaban kulit, tugas emollient hanya menjebak dan mengunci air saja tanpa bisa menambahkan level kelembaban kulit.

Sifat emollient juga “mengisi” celah-celah kulit sehingga kulit terasa lebih mulus, lembut dan halus kalo dipegang. Yang suka make up-an pasti ngerti feels habis pake primer. Nah menurutku rasanya pake moisturizer yang sifatnya emollient tuh persis kaya pake primer. Dari pengalamanku mencoba beberapa moisturizer yang sifatnya lebih banyak emollient, dia keliatannya lebih basah.

Beberapa ingredients yang merupakan emollient agent adalah plant based oil (rosehip, argan, jojoba oil, etc), lanolin, ceramides, silicone (ditandai dengan ingredients yang berakhir dengan kata -cone) dan lain-lain.

Note: beberapa emollient agent ada yang juga bersifat occlusive seperti silicone.

Contoh moisturizer yang bersifat hummectant-emollient

Langsre Aqua Hydrating Power Cream
Ingredients Langsre Aqua Hydrating Power Cream

Langsre Aqua Hydrating Power Cream ini adalah salah satu moisturizer favoritku. Kalo kita telisik dari ingredientsnya, dia kemungkinan bersifat humectant-emollient karena mostly ingredients yang terkandung adalah humectant dan emollient agent.

Humectant dari sea water, butylene glycol, dipropylane glycol, aloe vera, sodium hyaluronate dan beberapa plant extract lainnya.

Sedangkan emollient adalah clyclopentasiloxane dan dimenthicone. Keduanya adalah jenis dari silicone.

Dan memang ketika dipakai moisturizer ini rasanya ringan, terasa smooth dan lembut dikulit. Untuk kulitku yang dehidrasi, moisturizer ini terasa ringan dan cukup melembabkan kulit. Aku lebih suka make dia untuk moisturizer pagi sih karena untuk malam aku lebih suka moisturizer yang sifatnya lebih ke emollient-occlusive apalagi buat aku yang tidur di ruangan ber-AC jadi memang butuh sesuatu yang lebih rich biar nggak gampang bikin kulitku kering kerontang.

Contoh moisturizer yang mengandung emollient-occlusive

So Beauty Care Night Cream Brightening
Ingredients So Beauty Night Cream Brightening

Salah satu brand lokal yang punya night cream terbaik dalam fungsi emollient-occlusive adalah So Beauty Care. Aku keracunan Mas Danang (IG @danangwisnu) untuk cobain night cream ini karena qadarullah aku memang lagi cari night cream yang bisa lock semua hidrasi. Soalnya beberapa minggu terakhir aku lagi keranjingan pake retinol dan itu lumayan bikin kulitku kering.

Dan yes! Aku setuju sama Mas Danang soal efek lock hidrasi produk ini. Terbaik! Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, it’s okay. Nggak ada sesuatu yang sempurna, ya kan?

Emollient bisa kita liat dari ingredients cetearyl dan cetyl alcohol (yep, dua ingredients ini bukan bad/drying alcohol yah), olea europea fruit oil, dimethicone.

Occlusive ditandai dengan paraffin liquidum.

Terus bagaimana cara mengetahui moisturizer yang cocok untuk jenis kulit tertentu jika dilihat dari sifat humectant, emollient atau occlusive-nya?

Secara teori, moisturizer yang sifatnya humectant-emollient itu lebih cocok untuk mereka yang kulitnya berminyak karena dia ringan nggak bikin kulit terlihat dan terasa greasy.

Sedangkan yang sifatnya emollient-occlusive itu lebih cocok untuk mereka yang kulitnya kering karena selain memberikan kelembaban, dia juga membantu lock hydration biar nggak gampang kocar kacir sana sini.

Sejujurnya, kulitku yang normal to oily and dehydrated also loves emollient-occlusive moisturizer. Jadi kedua jenis moisturizer ini aku pake setiap hari namun pembedanya adalah yang sifatnya humectant-emollient itu aku gunakan di pagi hari dan yang emollient-occlusive aku gunakan di skincare routine malam biar bangun pagi kulitku terasa lembab dan kelembaban itu bisa bertahan seharian biar paginya aku nggak butuh terlalu banyak layering skincare.

But again, memang skincare itu jauh lebih baik ketika kita coba sendiri sih biar tau rasanya. Kadang “menghakimi” sebuah skincare hanya dari ingredients aja tuh sungguh tidak bijaksana menurutku.

Mudah-mudahan penjelasan diatas bisa mudah dimengerti dan kalian jadi nggak bingung lagi soal perbedaan humectant, occlusive dan emollient. Yang mau bertanya lebih lanjut soal humectant, emollient dan occlusive silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar, yah. Insyaa Allaah kalo sempat akan kubalas.

Semoga tulisan ini bermanfaat and i’ll see you on my next post!

Love,

2 thoughts on “Humectant, Emollient dan Occlusive”

  1. halo kak..mau nanya dong..
    klo kita punya facial oil dan moisturizer yang tipe humektan-emollient maka mana yang lebih dulu pakai nya?

    1. Hai Nisa. Menurutku moisturizer humectant-emollient baru lanjutkan face oil setelahnya. Tapi coba juga face oil dulu baru moisturizernya, face oilnya tunggu agak kering yah baru lanjut moisturizer. Nanti coba bandingin lebih enak pake metode yang mana. Soalnya beberapa kali pake face oil, ada yang lebih enak dipake sebelum moisturizer ada jg yg lebih enak dipake sesudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *