Kinan Story

Menulis.

Bismillah. Assalamu’alaykum ♥ 

Another postingan yang nggak berhubungan sama skincare. Gapapa ya? Biar ilmu yang di share disini nggak sekedar ilmu tentang skincare aja. Apalagi kadang yang selalu bikin ketunda nulis di blog itu adalah fotonya. Tulisan udah lama rampung tapi nyari mood untuk fotoin produk itu sungguh luar biasa susahnya.

Selama bulan Desember ini aku sama sekali belum sempat update postingan blog. Jadi kemungkinan kedepannya blog ini juga akan aku isi dengan hal-hal lain selain ilmu tentang skincare, review produk dan skincare routine-ku.

Beberapa postingan yang aku janjikan aja belum sempat terposting karena penulisannya belum rampung sampai sekarang. Penyebabkan karena sibuk. Iya, dibilang sibuk memang sibuk tapi, sok sibuk juga sih. Gimana dong? Namanya juga Mak Emak multitasking kan? Lol.

Aku pernah dapat direct message di Instagram yang isinya nanyain gimana sih caranya biar bisa konsisten nulis? Hmm… sepertinya pertanyaan ini agak panjang kalo mau dijawab. Tapi baiqlah, kucoba share sedikit pengalamanku dalam dunia tulis menulis. Siapa tau bisa bermanfaat buat teman-teman yang ada keinginan untuk jadi penulis professional atau hanya sekedar menyalurkan hobi kaya aku.

photo by Pinterest

Sebenarnya aku memang sudah suka menulis dari masih piyik, masih pake seragam putih merah. Pelajaran Bahasa Indonesia dengan subjek mengarang selalu jadi favoritku. Kalo teman-temanku banyak yang mengalami kesulitan untuk memenuhi satu halaman folio, aku malah selalu jadi yang pertama menyelesaikan tugas itu. Bahkan kalo guru suruh mengarang bebas satu halaman folio, dengan senang hati kukasih bonus: satu setengah atau dua halaman folio. Lol.

Soal nilai pun tugas mengarangku selalu mendapatkan nilai bagus. Alhamdulillah. Seingatku nggak pernah kurang dari angka delapan. Mungkin bisa dibilang menulis itu udah jadi hobi, ya jadi melakukannya pun nggak pernah terpaksa atau setengah hati.

Ada yang anak 90an nggak disini?

Buat kalian yang anak 90an pasti melewati masa dimana nulis di diary itu booming sekali? Aku pun seperti itu. Ibu Bapakku seringkali capek beliin buku diary karena setiap hari kerjaanku nulis dibuku diary itu. Semua kejadian yang hari itu aku lewati, aku tulis. Pokoknya diary udah jadi kaya tempat curhat, deh.

Bayangin aja dengan aktifitas menulis yang sesering itu, setahun Ibu Bapakku harus belikan berapa buku diary. Hahaha. Dulu mah belum ada komputer, notebook atau komputer tablet, ya. Jadi media menulisnya masih buku.

Buat tulisan-tulisan yang isinya rahasia tak lupa beli diary yang ada gemboknya biar isinya nggak gampang diintip orang. HAHAHA.

Warna diary favoritku adalah pink, iya aku anaknya emang secentil itu (photo by Pinterest)

Ketika SMP aku mulai hobi nulis cerpen, cerbung dan dongeng. Media menulisnya pun udah mulai agak modern. Ibu Bapakku memfasilitasi membelikan komputer. Komputernya masih gendut berbentuk tabung dan layarnya masih suka bikin pusing kepala kalo kelamaan dipelototin.

Aku sempat mengirimkan tulisanku di majalah Bobo dan beberapa majalah anak-anak lainnya. Qadarullah beberapa tulisanku sempat muat di majalah-majalah tersebut. Sayangnya karena nggak telaten, aku nggak sempat mengabadikan majalah-majalah itu. HIKS. SEDIH.

Kaya gini loh komputernya. Jadul banget kan ya? Hihihi.

Aku remaja masih juga tetap suka menulis. Tema yang ditulis mulai agak merambah kecinta-cintaan ala anak yang baru kenal cowok. Lol. Cerita yang aku tulis kebanyakan adalah ceritaku sendiri atau cerita naksir-naksiran teman-temanku. Beberapa kali juga aku pernah mengirimkan tulisanku ke majalah remaja. Qadarullah pernah juga dimuat. Dari menulis ini aku sering dapat uang. Nggak banyak sih, seingatku cuma beberapa puluh ribu untuk satu tulisan. Tapi bahagia dan bangganya itu loh yang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Selain menulis, aku juga suka membaca. Jadi hobi membaca dan menulisku ini sebenarnya saling mendukung. Bisa dibilang kelancaran aku menulis itu ditunjang hobiku membaca juga, sehingga kosa kata yang aku punya jadi banyak. Selain itu juga aku punya banyak referensi cara menulis dari penulis luar dan dalam negeri.

Satu buku Harry Potter yang setebal itu mampu aku habiskan dalam waktu 3 hari. 7 seri Harry Potter semua aku lahap dalam waktu nggak sampai dua minggu.

Segini coba habis dibaca kurang dari dua minggu. Kalo sekarang? Entahlah. Dua minggu mungkin nggak bakalan habis satu buku. Lol.

Sekarang walaupun aku udah nggak serajin dulu untuk membaca dan menulis tapi setidaknya “rasa” untuk melakukan keduanya selalu ada. Kalo nggak dilakukan aku bakalan merasa ada yang kurang.

Untuk menulis, tiap hari aku usahakan selalu lakukan. Entah itu di instagram, notes handphone atau blog. Membaca ini nih yang susah. Membaca yang beneran membaca buku, ya maksudnya. Bukan membaca whatsapp atau social media, hehe.

Makanya blog ini pun aku kasih tagline

“A skincare enthusiast who loves to write”

Karena ini benar-benar menggambarkan aku yang sebenarnya. Aku pecinta skincare dan aku juga suka menulis. Jadi kenapa kedua hal tersebut nggak digabungkan aja? Bukankah bisa melakukan hal-hal yang kita sukai itu menyenangkan?

Sebelum aktif menulis di Instagram @kinans.review dan blog www.kinansreview.com ini aku pun punya wadah menulis lain. Masih di Instagram juga. Dulu aku aktif menulis tentang perjalanan hijrahku di Instagram @kinantisetiawan . Tapi makin kesini aku merasa untuk menulis sesuatu yang berhubungan dengan agama itu butuh keilmuan yang lebih mendalam. Salah-salah malah jadi bumerang buatku. Bukannya dapat pahala malah nantinya jadi dosa jariyah. Jadi sekarang aku sedang “istirahat” untuk menulis di akun tersebut dan lebih aktif menulis tentang dunia skincare dan beauty.

Mudah-mudahan nanti aku bisa aktif lagi menulis di akun @kinantisetiawan , ya. Insyaa Allah, doakan ya, teman-teman.

Tips menulis dariku:

  1. Mulailah dengan menulis tentang apa yang sedang kamu rasakan. Ini cara menulis yang paling mudah, sih menurutku. Biasanya jarang stuck kalo kita menulis tentang apa yang membuat kita senang, sedih, marah atau bahkan galau.
  2. Jangan berpikir bahwa tulisanmu itu jelek, nggak enak dibaca sampai nggak bakalan ada yang baca. Karena writer by nature alias orang yang menulis karena hobi itu biasanya nggak akan mikirin seperti apa tulisannya dan ada nggak yang baca. Mereka menulis lebih sebagai sarana mengekspresikan diri atau bahkan meluapkan emosi yang mereka rasakan. Secara nggak sadar orang-orang yang seperti ini bakalan “betah” menulis.
  3. Imbangi dengan rajin membaca. Percayalah membaca itu akan membuat wawasan kita sebagai penulis itu lebih luas. Entah itu dari sisi kosa kata atau pilihan cara menulis.
  4. Tulis apa yang kamu kuasai. Karena biasanya kalau kamu menguasai apa yang akan kamu tulis, proses menulisnya akan lebih ringan dan “mengalir”.
  5. Usahakan tiap hari menulis. Biasanya ketika kita terbiasa menulis skill menulis kita akan terus meningkat. Bisa karena terbiasa, right? Menulis hujatan untuk artis di akun gosip nggak dihitung ya. Hahaha.
  6. Cari tempat dan suasana yang nyaman. Ini keliatan nggak penting tapi buatku ini ngaruh banget untuk membangkitkan mood. Biasanya kalo keinginan menulisku timbul, aku buru-buru pergi ke tempat yang pewe: nggak terlalu ramai, nggak terlalu berisik tapi masih bisa bersosialisasi dan melihat aktifitas orang. Biasanya dengan mengamati orang yang sedang beraktifitas, aku suka dapat inspirasi untuk dijadikan bahan tulisan. Ditambah dengan memesan makanan dan minuman favorit, tadaaaaaaa kamu nggak bakalan berasa kalo sudah berjam-jam menghabiskan waktu disana untuk menumpahkan isi pikiranmu kedalam kata-kata.
  7. Nggak perlu menggunakan pilihan kata dan kalimat dan njelimet untuk terlihat intelek. Menurutku justru menulis dengan sederhana sehingga pembaca bisa menangkap maksud tulisan kita itu jauh lebih sulit dibandingkan menulis dengan pilihan kata yang terlalu “tinggi”.
  8. Segera catat ide-ide yang seliweran di otakmu. Ide ini susah bener loh didapatkan. Kadang mood buat nulis udah ada tapi bingung sama apa yang harus dtulis. Ini sering kejadian di aku. Jadi aku sarankan untuk segera mencatat ide dimana pun itu. Aku biasa suka catat di notes handphone. Nanti kalo mood nulis ada, tinggal buka deh notes itu.

Intinya kalo mau konsisten nulis, kita harus mencintai menulis. Sebab kalo udah cinta, secara nggak sadar itu sudah bagian dari diri kita yang kalo nggak dilakukan itu berasa aneh. Pokoknya bakalan kangen dan semacam ada yang kurang.

Aku punya quotes favorit tentang menulis yang selama ini jadi pegangan di hidupku biar kalo nulis nggak bablas. Sebelum upload pikir-pikir dulu dan ditelaah lagi apakah yang aku tulis ini ada kemungkinan untuk menyakiti hati orang lain.

Quotesnya adalah

Quotes favoritku dari Ustadz Firanda Andirja Hafidzahullah

Semoga tulisan ini bermanfaat and i’ll see you on my next post!

Love,

1 thought on “Menulis.”

  1. Makasih banyak kak Kinan udah nulis artikel ini. Aku juga suka banget nulis dan sama kaya kak Kinan, paling seneng kalo dikasih tugas untuk mengarang cerita! Haha. Tapi udah setaun ini aku stuck banget dalam menulis gatau kenapa huhu semoga aku bisa banyak nulis lagi :’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *