Kinan Story

I’m 1 In 10: My PCOS Story

Bismillah. Assalamu’alaykum ♥

Beberapa minggu lalu aku sempat bikin question di Instagram untuk nanyain topik apa yang mau teman-teman baca di blogku selain tentang skincare. Dan banyak yang jawab kalo pengen aku nulis panjang lebar soal PCOS. Honestly, udah agak lama draft cerita tentang PCOS ini ada di blog tapi qadarullah di kantor baruku lagi agak sibuk jadi aku belum nemu waktu yang pas menyelesaikannya.

Dan alhamdulillah setelah curi-curi waktu, aku punya kesempatan untuk posting tulisan ini.

  Alert :   tulisan ini kemungkinan akan lumayan panjang. Jadi yang mau siapin cemilan, dipersilahkan ya biar nggak bosen ^^

Apakah itu PCOS?

PCOS atau Polycystic Ovarian Syndrome sederhananya adalah gangguan fungsi ovarium pada wanita yang berada pada usia subur yang menyebabkan sel telur jadi susah matang. Konsekuensi dari sel telur yang susah matang ini adalah wanita yang mengalami PCOS akan memiliki banyak sel telur dengan ukuran yang kecil.

pcos

Diperkirakan 1 dari 10 wanita di dunia akan mengalami PCOS. Kemungkinan yang terlihat kecil tapi makin kesini semakin banyak ditemukan kasus PCOS.

Memang kenapa kalo sel telurnya kecil dan susah matang?

Secara medis, wanita yang memiliki sel telur kecil dan sulit matang akan mengalami kesulitan memiliki keturunan. Seperti yang kita tau, syarat kehamilan adalah sel telur yang matang dengan syarat berukuran 18mm atau 1,8cm (atau biasa disebut dengan ovulasi) bertemu dengan sperma mata terjadilah pembuahan. Ketika pembuahan terjadi dan menempel pada dinding rahim maka akan terjadi kehamilan.

Nah, ketika sel telur tidak matang maka kemungkinan sel telur tersebut tidak dapat dibuahi. Biasanya sel telur yang tidak matang ini ukurannya kurang dari ukuran yang aku sebutkan diatas.

ar3
Perbedaan hasil USG transvaginal antara ovarium normal dan PCOS (foto dari Google)

Apa penyebab PCOS?

Sebenarnya belum ada penyebab pasti bagaimana seseorang bisa terkenal PCOS. Tapi dari konsultasi ke dokter dan baca beberapa jurnal soal PCOS, penyebab PCOS ada 2 hal: genetis dan pola hidup yang buruk.

Secara genetis, orang tua atau kakek/nenek yang punya riwayat diabetes bisa menyebabkan kita mengalami PCOS. Bisa dibilang ini PCOS yang udah dari ‘sananya’. Kemungkinan kita mendapatkan PCOS akan meningkat jika ada salah seorang diantara keluarga (misal: kakak atau adik) yang punya PCOS. Yes, persis diabetes. Diabetes juga gitu, kan. Kalau orang terdekat (entah orang tua atau kakek/nenek) punya riwayat diabetes maka kemungkinan 6x lebih besar kita juga akan terkena. Apalagi yang pola hidupnya nggak dijaga.

Seseorang yang punya pola hidup yang buruk pun bisa menyebabkan dia mengidap PCOS padahal sebelumnya dia belum memilikinya. Mungkin saja awalnya dia normal secara menstruasi, berat badan, dan lain-lain. Namun karena pola makan yang buruk seperti: sering begadang, merokok, minum alkohol atau pola hidup lainnya, dia baru mengalami PCOS setelah menikah atau bahkan setelah memiliki anak. Aku juga punya beberapa teman yang seperti ini. Ketahuan punya PCOS setelah ada rencana mau nambah anak. Setelah sekian tahun lepas KB tapi belum berhasil hamil juga.

Apa ciri-ciri PCOS yang dapat kita lihat secara kasat mata?

  • Jadwal menstruasi yang tidak teratur (siklusnya lebih dari 35 hari sedangkan siklus menstruasi normal itu dalam rentang waktu 21-35 hari). Ada juga yang siklusnya dua bulan sekali, tiga bulan sekali bahkan ada yang tidak mengalami menstruasi dalam jangka waktu tahunan.
  • Memiliki kulit acne prone alias mudah berjerawat. Tapi tidak semua wanita yang memiliki PCOS gampang berjerawat. Beberapa orang temanku yang memiliki PCOS, kulitnya mulus-mulus aja.
  • Tumbuh rambut berlebihan. Sebenarnya wanita yang memiliki PCOS itu mayoritas bermasalah dengan  hormon. Lebih dari 70% memiliki kelebihan hormon androgen yang menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih di bagian wajah, punggung, perut, bahkan dada.
  • Mengalami obesitas. Yes! Rata-rata wanita dengan PCOS juga mengalami masalah dengan berat badannya. Ini diakibatkan karena kemungkinan mereka mengalami resistensi insulin yang mengakibatkan tubuh tidak bisa mengolah glukosa. Glukosa yang tidak terolah dengan benar menjadi tenaga akan tersimpan didalam tubuh menjadi lemak. Yang dokter CMIIW, yah.
  • Memiliki lipatan hitam di beberapa bagian tubuh seperti pada ketiak, belakang leher dan selangkangan
  • Rambut rontok dan mudah berketombe.
  • Gampang stress dan depresi.
  • Mengalami sakit yang teramat sangat di perut ketika mengalami menstruasi.
  • Yang sudah menikah, susah hamil.
  • Pada beberapa kasus tertentu akan mengalami low sex drive.
PCOS-Symptoms
Sumber: Pinterest

Apakah semua wanita yang mengalami PCOS memiliki ciri-ciri di atas?

Belum tentu. Rata-rata yang memiliki ciri-ciri seperti diatas adalah mereka yang mengalami PCOS obesitas.

PCOS sendiri dibagi menjadi dua  yaitu PCOS obesitas dan PCOS lean (ada yang menyebutnya PCO tanpa S).

PCOS lean disebut PCO karena mereka tidak memiliki ciri-ciri seperti diatas: mens teratur, tidak berjerawat, cenderung memiliki tubuh ideal atau kurus, dan lain-lain. Dari mana mereka mengetahui mereka ternyata mengidap PCOS?

Dari USG transvaginal yang memperlihatkan sel telur yang kecil dan berjumlah banyak serta beberapa tes hormon yang dilakukan.

Biasanya kecurigaan PCOS lean ini akan terbukti setelah beberapa tahun menikah namun mengalami kesulitan untuk hamil. Beberapa orang temanku yang mengalami PCOS lean bahkan awalnya sama sekali tidak curiga kalau  masalah yang mereka hadapi ternyata PCOS karena banyaknya artikel yang menyebutkan bahwa PCOS hanya dialami oleh mereka yang jarang mengalami menstruasi, obesitas, dan beberapa ciri diatas. Padahal ternyata mereka yang kurus juga punya kemungkinan mengalami PCOS.

Yep, penderita PCO (lean) lebih banyak yang nggak terdeteksi dan terdiagnosa daripada mereka yang memiliki PCOS (obesitas).

Kisahku dengan PCOS

Baiklah, aku akan menceritakan sedikit pengalamanku berhadapan dengan PCOS. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman yang membaca. Siapa tau ada yang masih bingung dengan keadaan dirinya yang mungkin jarang mengalami menstruasi atau bahkan yang sudah menikah lama tapi belum juga dikaruniakan momongan.

Aku mengalami menstruasi pertama kali ketika usiaku sekitar 11 tahun. Kelas 5 atau 6 SD, aku lupa. Agak cepat memang, ya, sebab rata-rata teman-temanku mendapatkan menstruasi pertama mereka ketika mereka sudah SMP. Dulu untuk ukuran anak SD badanku lumayan bongsor. Aku selalu jadi yang paling tinggi dan paling besar di kelas bahkan di sekolah 

Setelah mens pertama itu jadwal menstruasiku nggak pernah rutin dan teratur. Bisa tiap bulan rutin atau bahkan dua atau tiga bulan sekali baru mens lagi. Dulu orang disekitarku selalu bilang itu hal yang wajar karena hormon dibadanku belum stabil. Namanya juga masih remaja karena banyak juga anak remaja yang mengalami hal ini dan akan berangsur memiliki regular period saat beranjak dewasa.

Qadarullah itu ternyata nggak terjadi sama aku. Aku sadar pada usia 24 tahun, jadwal mensku nggak juga rutin kaya teman-temanku yang lain. Udah curiga sebenarnya sama diri sendiri pasti ada sesuatu yang nggak beres. Tapi selalu denial menganggap itu hal yang biasa dan bukan prioritas untuk diselesaikan. Apalagi aku tipe yang jarang banget sakit perut kalo lagi masa PMS. Walau sakit perut pun masih dalam taraf wajar. Dan itu berlangsung bertahun-tahun berikutnya. Aku nggak terlalu memperhatikan jadwalku mensku yang nggak teratur.

Sampai akhirnya di tahun 2016 alhamdulillah aku menikah dan 2 bulan setelah menikah qadarullah aku hamil. Tapi mungkin Allaah punya skenario lain buat aku dan suami, aku keguguran. Dan itu pun bertepatan sama akhir tahun dan akhir tahun adalah waktu paling sibuk untuk seorang akuntan. Mungkin aku stress dan kecapean sehingga nggak memungkinkan untuk janinku bertahan. Apalagi letak ruang kerjaku dilantai tiga dan nggak punya eskalator. Jadilah harus beberapa kali turun naik tangga setiap hari. Selain itu juga ternyata PCOS bisa menyebabkan kehamilan jadi lebih beresiko keguguran. Mungkin hal ini juga yang nggak menunjang kehamilanku untuk bisa berlanjut.

Setelah keguguran itu, jadwal mensku makin panjang. 4 bulan aku absen menstruasi dan ini adalah rekor terlama aku nggak mens. Selain itu berat badanku bertambah 7 kilo padahal pola makanku nggak ada yang berubah. Dan aku makin engeuh, there’s something wrong with me.

Lalu aku dan suami pun memutuskan untuk konsultasi ke dokter. Akhirnya confirm, aku memang mengalami PCOS karena USG transvaginal menunjukkan gambar sel telurku kecil dan banyak. Dokter bilang aku termasuk PCOS dengan resistensi insulin.

Honestly, aku nggak kaget karena sebelumnya aku udah research tentang masalah gangguan fungsi reproduksi wanita dan aku menemukan artikel soal PCOS. Setelah compare sama keadaanku, aku yakin bahwa aku mengalaminya. Iya,  hampir semua ciri PCOS ada di aku. Dan aku pun menemukan jawaban kenapa jerawatku nggak sembuh-sembuh padahal usiaku udah hampir 30 waktu itu padahal biasanya usia segitu rata-rata jerawatnya udah kalem.

PCOS bisa hamil?

Insyaa Allaah, biidznillah bisa. Secara medis memang kemungkinannya agak sulit dibandingkan mereka yang nggak punya PCOS tapi aku pribadi sangat percaya anak itu adalah sebuah bentuk rezeki dari Allaah. Allaah akan berikan rezeki kepada siapapun hambaNya yang dikehendakiNya. Rezeki nggak pernah tertukar dan apapun yang sudah Allaah takdirkan menjadi rezeki kita nggak akan pernah berbalik menjadi milik orang lain, kan?

Banyak juga yang sudah membuktikan kalo PCOS juga bisa punya keturunan. Dari DM Instagram, aku banyak banget dapat cerita soal cerita sukses PCOS yang bisa hamil. Rata-rata kehamilan terjadi pada saat mereka sedang giat-giatnya memperbaiki pola hidup dan menjalankan diet yang cocok untuk PCOS. Bahkan menurut beberapa cerita, ada punya anak kembar. Kok bisa kembar? Karena mereka yang PCOS punya sel telur yang banyak. Jika ada beberapa sel telur yang matang dan Allaah izinkan bertemu sperma maka akan sangat besar kemungkinan hamil kembar. Masyaa Allaah, tabarakallah.

Namun secara manusiawi, memang usaha kita yang memiliki PCOS harus lebih keras kalo ingin mempunyai keturunan.

Apa yang harus dilakukan?

  • Perbaikan pola hidup. Ini penting banget. Aku sendiri ngerasain ketika aku mengatur pola makan, olahraga teratur 3-5 kali seminggu dan mengurangi asupan karbohidrat serta gula, jadwal mensku jadi jauh lebih teratur. 27-30 hari sekali aku mens. Padahal selama ini nggak pernah teratur seperti itu
  • Jauhi stress. Ini yang agak susah, ya. Apalagi yang punya kerjaan yang seperti memaksa otak kita untuk terus tegang, ya. Beberapa temanku bahkan ada yang sampai resign dari kerjaannya untuk fokus mempersiapkan kehamilan
  • Therapy hormon. Ini biasanya untuk teman-teman yang punya PCOS lean sebab biasanya PCOS lean dikarenakan karena ketidakseimbangan hormon. Tentu aja ini dilakukan setelah konsultasi ke dokter dan sudah melalui beberapa tes.
  • Minum obat-obatan tertentu. Biasanya obat yang diberikan adalah metformin yang biasa dikonsumsi oleh mereka yang punya sakit diabetes. Yep, ini dilakukan oleh mereka yang PCOS dengan disebabkan oleh resistensi insulin dan tentu saja metformin dan obat lain yang diberikan ini harus atas resep dokter. Plus akan disuruh barengi dengan pola hidup yang sehat agar tubuh lebih gampang bereaksi terhadap obat-obatan tersebut.
  • Perbaiki pola pikir soal anak alias jangan terlalu fokus dengan hasil akhir tapi nikmatilah prosesnya. Ini paling susah. Apalagi yang udah menikah lama dan kebelet banget pengen punya anak. Belum lagi omongan disana sini yang nanyain kapan hamil, kapan punya anak, kok belum hamil-hamil dan berbagai pertanyaan kurang menyenangkan lainnya :”) Seperti yang aku bilang diatas, anak adalah rezeki. Allaah akan berikan kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Jadi sembari mengusahakan secara manusiawi, kita juga harus mengusahakan ‘cara langit’. Ini yang terkadang sering kita lupakan. Kadang kita terlalu fokus ke usaha-usaha yang kita pikir akan memberikan hasil lebih nyata sampai kita lupa bahwa ada kekuatan besar dibalik keberhasilan kita memiliki anak. Ya! Izin dan restu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kak Kinan, aku curiga aku punya PCOS, apa yang harus aku lakukan?

Segera konsultasi dengan SPOG/Dokter Spesialis Kandungan/Obgyn biar jelas semuanya apa yang sebenarnya terjadi sama kamu dan kamu nggak hanya menerka-nerka. Dokter lah yang paling tau bagaimana treatment terbaik yang harus kamu lakukan.

Buat yang belum nikah gimana? Kan nggak bisa USG transvaginal. Mungkin kalo diperlukan, kamu bisa coba tes hormon. Agak mahal sih, setauku bisa jutaan harganya. Tapi ya demi kesehatan kita, insyaa Allah nabung juga rela ya :”)

Dari beberapa DM yang masuk ke Instagramku, banyak yang bilang biasanya yang belum nikah nggak akan dikasih apa-apa sama dokter, hanya disuruh perbaiki pola hidup dan olahraga. Ada beberapa juga yang dikasih pil KB untuk bikin mensnya teratur. Lah kok dikasih pil KB? Iya katanya pil KB itu mengandung banyak hormon progesteron jadi bisa membantu menyeimbangkan hormon androgen yang ada didalam tubuh. Cmiiw.

Apa yang aku usahakan untuk bisa hamil lagi?

Sejujurnya sekarang aku belum ke dokter lagi. Aku bahkan belum sempat fokus program punya anak ke dokter. Aku dan suami masih memilih cara tradisional seperti minum habbatussauda, madu, konsumsi air rebusan buah zuriat, makan kurma muda, perbaikan pola hidup dan positive thinking. Jadi yang bertanya sama aku tentang mana dokter yang bagus atau treatment apa aja yang sudah dilakukan, aku nggak bakalan bisa cerita detail karena pengalamanku belum banyak.

Memang dari dulu aku bukan tipe yang menyelesaikan ‘penyakit’ dengan obat dokter. Aku lebih memilih ‘sembuh’ dengan sendirinya dengan makan yang cukup dan istirahat. Even sakit sekelas pilek pun, aku lebih memilih untuk nggak minum obat. Entahlah kenapa tapi aku selalu merasa obat itu bukan satu-satunya jalan untuk menyembuhkan penyakit.

Well, PCOS bukan termasuk penyakit sih sebenarnya. PCOS adalah syndrome yang katanya nggak bisa hilang tapi hanya bisa “ditenangkan” dengan tidak membangkitkan penyebab-penyebabnya.

Doakan aku ya, teman-teman supaya Allaah memberikan rezeki berupa anak yang banyak dan Allaah mampukan aku dan suami menjadi menjadi orang tua shalih yang juga mampu mendidik anak-anakku menjadi anak yang shalih dan shalihah. Aamiin  ya Rabbalalaamiin.

Aku percaya, rencana Allaah itu pasti lebih baik daripada rencana kita karena Allaah yang paling tau apa yang terbaik untuk hambaNya. Mungkin Allaah menunda memberika kita anak karena memang kita belum siap dan perlu banyak hal yang diperbaiki dari kita dan suami. Atau Allaah sedang mengajarkan kita bagaimana seharusnya menjadi orang yang bersabar dan berserah kepada ketetapanNya. Insyaa Allaah ketika kita ikhlas menerima ketetapan Allaah maka segala permasalahan yang ada didunia ini akan lebih ringan rasanya.

Jangankan cuma mendengarkan pertanyaan orang soal kapan punya anak, menghadapi masalah yang lebih berat dari itu pun insyaa Allaah kita bakalan tenang tanpa perlu merasa tersakiti atau terintimidasi.

Semangat untuk teman-teman yang sedang dalam masa penantian. Entah itu dalam penantian anak, jodoh, lulus kuliah, pekerjaan dan lainnya. Insyaa Allaah semua ada waktunya masing-masing. Tetap yakin bahwa apa yang Allaah takdirkan itu jauh lebih baik daripada keinginan kita sebagai seorang manusia.

Pesanku, jangan terlalu fokus dengan hal yang belum kita punya tapi bersyukurlah dengan apa yang sudah ada didepan mata karena sesungguhnya itulah jauh lebih berharga.

 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika   kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

QS Ibrahim : 7 

Salam sayang,

img_0722

28 thoughts on “I’m 1 In 10: My PCOS Story”

  1. Kak kinan tulisannya sangat menginspirasi
    Terimakasih sudah berbagi cerita dan aku doakan semoga kakak secepatnya diberi momongan, sehat dan bahagia selalu untuk kakak dan suami 🙂

  2. Thanks for sharing mbak… Beberapa temanku jug ada yang PCOS, sepertinya memang cukup banyak yang mengalami, pantas saja secara statistik 1 dari 10 yaa… Aku baru tau kalo yang sudah punya anak pun bisa pcos kalo ga jaga gaya hidup dan pola makan yaa..

    1. Iya betul. PCOS ini bisa terjadi sama siapapun even yang udah punya anak. Apalagi makanan zaman sekarang kan banyak yg mengandung gula, tinggi karbohidrat, makanan instan atau pola hidup buruk lainnya. Sayangnya pcos ini byk yg nggak terdeteksi. Thankyou for reading ya❤️

  3. Hi mba..tq banget buat info2nya. Insya Allah berguna buat kita smua 😊
    baca tulisannya jadi flashback. Diriku jg pcos, n hormon imbalance (klebihan prolaktin). Sempet keguguran, dan Alhamdulillah Allah kasih rejeki lagi seorang anak.
    Doa kami ssmoga mba kinan dan mas dideketkan joodoh dan rezekinya untuk memiliki kturunan 🙏🏻 slalu berkah n bahagia untuk mba kinan n suami 😊

    1. Masyaa Allaah, terimakasih banyak doanya Mbak Pit. Aamiin ya Rabbalalaamiin, insyaa Allaah aku yakin Allaah akan memberikan aku dan suami anak disaat yang terbaik menurutNya. Sehat-sehat terus ya Mbak Pit & keluarga. Thankyou for reading.

  4. Hi mbak kinan. Saya juga pcos survivor mbak. Dikasih obat metformin yang banyak success story nya, malah di saya ngga cocok langsung kaki merah-merah pecah pemb.darah kecil. Jadi ya cm bisa mengandalkan ubah gaya hidup jadi lebih sehat dan berdoa aja. Rejeki sudah ada yang mengatur dan nggak akan ketuker ya mbak 😊😊.

    1. Hi Mbak Nuri. Soal metformin itu aku juga banyak denger cerita soal ketidakcocokan. Ada yang jadi diare sampai berat badannya turun drastis, ada yang pusing, mual, dll. Memang cara terbaik untuk PCOS adalah perbaikan pola hidup dan jauhi stress. Insyaa Allaah, aku doakan Allaah segera karuniakan Mbak Nuri dan suami keturunan. Aamiin ya Rabbalalaamiin.

  5. Mbaa, baru nyadar kl aku kemungkinan kena PCOS juga setelah baca post-an IG mba Kinan :’ Thank you for sharing, Mba. Semoga Mba sm suami sehat selalu, dan segera dikasi rezeki anak sm Allah yaa.. aamiin

    1. Hai Mbak Vava. Saranku segera ke obgyn ya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Yg perlu kita ingat PCOS bukan akhir dari segalanya, justru PCOS bikin kita banyak belajar. Belajar sabar, belajar ikhlas, dll. Aamiin ya Rabbalalaamiin. Terima kasih doanya Mbak❤️

    1. Aamiin ya Rabbalalaamiin. Insyaa Allaah m Allaah kabulkan ya doa2 kita untuk segera punya momongan❤️

      *peluk jauh juga*

  6. Hai Mbak Kinan, salam kenal. Saya juga PCOS fighter (lean), sudah 3.5 tahun menikah. Benar sekali kata Mbak Kinan, badan saya kurus dan tidak berjerawat tapi setelah dicek memang pcos.

    Disarankan dokter untuk minum Diaformin dan inlacin + olahraga 20 menit setiap hari😅 Cuma memang efek sampingnya setelah minum obatnya ya mual-mual. Jadi kadang saya sendiri suka nggak rutin minumnya, soalnya sampe nggak bisa kerja saking mualnya. Untuk olahraga juga belum bisa benar-benar setiap hari, jadi paling ngakalinnya seminggu 2 hari sekali atau seminggu 3 kali.

    Sekarang lagi benahi banget pola hidup, konsumi kurma muda, dan berusaha lebih menikmati prosesnya. Saya setuju perihal “perbaiki mindset”. Saya sendiri tipe gampang stres jadi PR banget untuk benar-benar paham konsep rezeki dan anak.

    Semoga kita semua diberikan kekuatan ya Mbak. Sama-sama berjuang💪💪💪

    1. Hai Mbak Mutiara, salam kenal juga. Semangat Mbak, insyaa Allaah usaha kita berbuah hasil yang manis ya. After hardship comes ease insyaa Allaah. Jangan pernah lelah berjuang 😘

      *peluk* ❤️

    2. Halo mbak,smoga sehat selalu ya,say mau nanya,app mba juga memiliki haid yang tidak teratur( lebih Dari 17-35 hari utk menuju haid selanjutnya)? Terimakasih:)

  7. MasyaaAllah tulisan mba kinan bagus dan inspirasi sekali😊 semoga mba kinan sehat selalu, dan semoga disegerakan bisa momong anak Aamiin🙏💕

  8. Aku juga gitu kak , dari awal q menstruasi tidak pernah teratur , dulu pas masih sekolah tidak begitu perduli soal nya ibuk q bilang katanya dulu sebelum menikah haid nya juga tidak lancar .

    Tapi setelah aku kerja , jadi menyadari kok aneh haid tidak pernah teratur , pernah satu waktu aku tidak haid hampir satu tahun tapi badan ku tidak bereaksi apa pun gak ngrasain sakit atau gimana” ,
    Setelah q tidak haid selama hampir satu tahun itu banyak temen ku yang nyeletuk nanti sulit punya anak nanti rahim nya tidak subur , dsaat itu lah aku memberanikan diri buat periksa ke dokter
    Awal periksa dokter nya tanya” keluarga ada riwayat haid tidak teratur atau tidak , saya bilang iya , ibuk saya haid nya tidak teratur , dr nya mendiagnosa bahwa itu kemungkinan keturunan tapi dokternya tdk bilang bahwa itu pcos , hanya dkasih obat setelah minum obat haid ku lancar , tapi kalau tidak minum obat aku malah tdk haid sama sekali .

    Aku jadi berfikir apa selamanya harus mengkonsumsi obat dulu baru bisa haid , aku coba lah pindah ke dr lain , di sini dr nya bilang q dsuruh tes hormon , q ikutin arahan dr nya untuk tes hormon , waktu itu q habis hampir 2 jutaan untuk tes hormon ,
    Setelah hasil tes keluar dr nya bilang AMH q tinggi (tapi tidak bilang kalau pcos ) dan lagi” hanya dikasih obat untuk melancarkan haid

    Q sampe bingung , apa harus pindah dr lagi , udah beberapa dr hasil nya ttp sama , dan hanya dkasih obat untuk melancarkan haid 😣

    1. Untuk haid sbnrnya bs banget dbantu dengan prbaikan pola hidup: olahraga, mengurangi makan karbo & gula. Dcoba sebulan dulu insyaa allaah haidnya pasti lbh cepat siklusnya. Semangat & thank you for sharing ya❤️❤️

    1. Masyaa Allaah, aamiin ya Rabbalalaamiin. Terimakasih banyak sudah baca & sudah mendoakan. Insyaa Allaah doa yg baik berbalik ke kamu, ya❤️

  9. Assalamualaikum,
    Kok sama persis, saya dulu juga pcos, habis nikah hamil, trus keguguran. 5 tahun kemudian, alhamdulillah hamil. Trus gak KB karna kepedean susah hamil. Alhamdulillah hamil lagi tanpa sadar karna mens suka 2-3 bulan sekali.

    Dokter gak pernah bilang saya pcos, udah berapa kali ganti dokter, tapi saya research sendiri dan tua sendiri kalau pcos, jadi saya perbaiki pola hidup, sampe perut rata (*padahal gapernah serata itu sebelumnya 😂) pas udah rata, alhamdulillah hamil.

    Usahanya apa aja? Kebetulan saya gak terlalu banyak ke dokter karna obatnya selalu sama, dan secara mental saya capek. Jadi lebih banyak ke minum madu subur, olah raga, makan sehat minim gula-garam, titip doa ke yang umroh, pijit tradisional, tiap liat ibu hamil doa dalam hati ‘pingin hamil juga, ya Allah’.

    Semoga semua yang sedang berusaha, segera diberi momongan. Aamiin…

    1. Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh. Mbak Shelly, thankyou for sharing your story ya. Sangat menginspirasi❤️

      Sejujurnya yang aku takutkan dari coba dokter sana sini juga seperti Mbak, takut secara mental lelah. Jadi saya mengusahakan hamil secara alami dulu sembari nabung, mempersiapkan dana seandainya nanti qadarullah dibutuhkan untuk usaha memperoleh anak melalui campur tangan dokter.

      Insyaa Allaah yang sedang berjuang juga segera dijabah Allaah doa2nya ya❤️

  10. Ka kinan saya usia 21 tahun, belum menikah. Saya membaca blog ka kinan yg ini, dan dari ciri2 pcos yg ka kinan tulis 70%nya saya mengalami, dan kulit saya memiliki tipikal yg sama dengan ka kinan, untuk siklus haidnya sendiri saya selalu catet di kalender dan siklus haid saya 40-45 hari, 2 bulan sekali. Terimakasih ka kinan sudah menulis tentang pcos ini, saya jadi terinsipirasi untuk menjaga pola hidup saya. Luvvv ka kinan ❤️

    1. Hai Yunisa. Masyaa Allaah, sama-sama ya. Senang kalau tulisan ini bisa bermanfaat. Insyaa Allaah everything gonna be okay. PCOS bukan akhir dari segalanya tapi seharusnya kita bersyukur, dengan PCOS kita bisa lebih care ke diri sendiri dengan menjaga pola hidup. Semangat ya. Terima kasih sudah mampir ke blogku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *