Review

Review: Olaskin Grape Seed Oil

Assalamu’alaykum

Siapa yang masih sangsi akan kesaktian minyak untuk perbaikan kulit? Ini pasti banyak yang dalam hati jawab “Aku!!!”

Apalagi buat yang kulitnya berminyak. Tenang, i was on your side.

Seumur hidup punya kulit berminyak, berjerawat dan (dulu kupikir) sensitif membuat aku menjadi orang yang sama sekali nggak pernah ngelirik minyak untuk dijadikan andalan untuk skincare. Alasannya? Gak mau kulit makin berminyak karena udah super berminyak dan setauku kulit berminyak gak butuh minyak lah wong udah jadi tambang minyak setiap harinya. Makanya dari dulu selalu cari skincare yang punya klaim ‘oil free‘ dengan harapan bisa mengkontrol minyak diwajah.

Ternyata pemikiran itu adalah pemikiran yang sama sekali salah.

Memang mind blowing sekali loh ya pemakaian minyak diwajah ini. Dan pemikiran soal pemakaian minyak dikulit wajah yang bakalan bikin kulit makin berminyak itu pun kuat sekali sehingga sulit dienyahkan. Perlu beberapa bulan untuk aku meyakinkan diri sendiri (baca review, nonton Youtube dan baca jurnal) bahwa di beberapa orang (hampir semua malah) yang punya problem kulit yang sama denganku, setelah memakai minyak untuk kulitnya malah membaik dan bahkan ada yang sembuh dari jerawat parah. Amazing!

Akhirnya kupikir ya sudahlah, nggak ada salahnya juga mencoba. Kalo nggak cocok ya tinggal distop dan udah tau ini gimana cara ngatasin breakout. Kalo cocok alhamdulillah mana tau satu langkah mendekati kekinclongan hakiki. Hehe.

Jadi kenapa minyak itu bagus buat kulit?

Ingat pelajaran pas SMA yang bilang: air larut dengan air dan minyak larut bersama minyak?

Nah itulah prinsip dasar yang meyakini bahwa minyak itu baik untuk kulit. Dan kita butuh minyak untuk membersihkan kotoran yang terperangkap bersama minyak  yang ada di wajah/sebum (prinsip dasar Oil Cleansing Method, baca soal double cleansing disini) tanpa menyisakan kulit yang kering dan ketarik-tarik. Kita semua pasti pernah punya pengalaman habis cuci muka rasanya kulit jadi super tight dan bahkan nggak jarang ada yang sampai mengelupas.

Kok kenapa bisa kaya gitu? Itu karena sabun yang kita pakai mengandung SLS yang menguras semua kelembaban alami yang sebenarnya juga diperlukan oleh kulit.

Lalu kenapa face oil itu dibutuhkan oleh kulit?

Sebenarnya semakin bertambahnya umur, semakin berkurang juga kelembaban alami kulit karena kemampuan tubuh kita yang menurun.

Pernah nggak sih kita ngerasain yang tadinya kulit fine-fine ada jadi sering kering, kenceng (in bad way), jerawatan, timbul garis halus, kemerahan dan lain-lain? Kalau pernah itu adalah salah satu tanda berkurangnya kemampuan kulit untuk melembabkan dirinya sendiri.

Oleh karena itu kita butuh bantuan dari luar salah satunya face oil untuk membantu memperbaiki masalah kulit dan menutrisinya.

Next time aku akan bahas gimana caranya memilih face oil yang pas untuk jenis dan permasalahan kulit ya. Takutnya bahas disini malah jadi kepanjangan preambule-nya daripada review-nya.

Sekarang aku langsung aja masuk ke Review Olaskin Grape Seed Oil (Minyak Biji Anggur).

2658506_7b62ee71-06d8-47b1-be1b-79c586318e75
              Image from IG @olaskin.id

Olaskin adalah local brand yang mengkhususkan diri selling face oil. Ada beberapa macam face oil yang mereka jual: hemp seed oil, grape seed oil, almond oil, rosehip oil dan argan oil. Setelah cari info sana sini dan nanya ke seller, untuk jenis kulitku disarankan mencoba hemp seed oil (minyak biji ganja) dan grape seed oil.

Mereka juga bebas pengawet dan parfum serta sama sekali nggak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Jadi buat yang menjauhi itu, insyaa Allaah produk ini bisa dicoba, ya.

Selain itu juga produk dari Olaskin adalah cold pressed oil. Cold pressed oil adalah metode pemerasan minyak yang dilakukan dengan cara tradisional sehingga kemurnian minyak yang dihasilkan pun lebih terjaga.

Klaim

  • Moisturizing
  • Deaging
  • Eliminates Dark Circles
  • Brightening Skin
  • Heal Skin Problems
  • Balance Oil Production
olaskin_grape_seed_oil_1525162283_7f21e6fc
                                       Image from Olaskin’s Tokopedia

Tekstur dan Wangi

Dibandingkan hemp seed oil, grape seed oil teksturnya sedikit lebih runny. Cepat banget meresap dan nggak ada rasa lengket setelah diaplikasikan. Benar-benar nggak ada rasa berminyak padahal yang kita pakai itu minyak loh. Pas wudhu pun aku sama sekali nggak ngerasain licin atau ada residu minyak yang ikut larut sama air wudhu. Benar-benar menyerap total dikulit!

Warnanya bening agak kekuningan (jauh lebih pekat warna kuning dari rosehip oil).

Dan untuk wangi, sejujurnya aku nggak bisa mendeskripsikan wangi dari grape seed oil ini. Agak nggak familiar sama baunya soalnya. Tapi aku rasa ada sedikit mirip bau minyak kelapa tapi nggak sekuat itu juga. Bingung kan? Nah gitulah pokoknya susah dideskrpsikan hahaha.

olaskin1
Maafkan kamera yang salah fokus ini, ya
olaskin2
Maafkan foto ini kameranya masih salah fokus

olaskin3olaskin4

Packaging

Standar botol beling gelap yang memang biasa digunakan untuk botol serum. Dilengkapi sama pipet untuk memudahkan kita mengkontrol berapa tetes minyak yang akan digunakan.

Minus dari packaging-nya: print tulisan di kertasnya itu gampang banget luntur dan hilang. Hemp seed oil dari Olaskin yang dulu pernah aku pake pun begitu. Seharusnya dibuat waterproof sih ya secara kan isinya oil yang gampang banget bikin tulisan pada packaging-nya luntur.

Itulah alasan kenapa foto untuk review ini ada yang aku ambil dari IG Olaskin karena tulisan di packaging punyaku udah kelunturan sampe nggak bisa lagi dibaca.

Mudah-mudahan bisa diperbaiki sama tim Olaskin kedepannya.

Cara Pakai

Versiku: dituangkan 3-4 tetes di telapak tangan, gosok-gosok sampai menghangat dan tepuk-tepuk pelan di wajah dan leher. Dipakai setiap hari pada AM dan PMskincare routine.

Ada juga yang langsung dari pipetnya ditaro dipipi baru diratakan dengan tangan dan di tap-tap sampai meresap.

Untuk pemula, bisa banget dicampurkan ke moisturizer biar moisturizer-nya lebih mantab lembabnya. Awal-awal pas baru kenalan sama face oil, aku menggunakan metode ini. Setelah tiga minggu dan kira-kira kulit sudah terbiasa dengan face oil, baru aku pisah tersendiri penggunaannya, nggak dicampur lagi sama moisturizer.

Metode mana yang paling oke? Menurutku mana pun boleh, tergantung nyamannya kita dan mana yang lebih bekerja maksimal untuk kulit. Kuncinya balik lagi ke trial error, ya.

Jadi step yang aku lakukan ketika memakai face oil adalah

PagiCuci muka pakai air – Ph Balance Toner – Hydrating Toner – Face Oil – Moisturizer – Sunscreen

Malam → Double Cleansing – Exfoliating Toner/Pad/Clay Mask – First Essence – Hydrating Toner – Serum – Face Oil – Sheet Mask (kalo pake) – Moisturizer – Sleeping Mask

Harga dan Tempat Beli

Aku beli ini paketan sama hemp seed oil (review untuk hemp seed oil sudah pernah aku postingkan di IG @kinans.review) harganya Rp120.000,00 di Shopee Olaskin. If i’m not mistaken, untuk grape seed oil Rp45.000,00 dan hemp seed oil Rp85.000,00 kalo beli satuan. Mereka juga punya IG @olaskin.id .

Review

Berhubung udah struggle sama jerawat dari zaman remaja sampai sekarang udah hampir umur 30, aku cukup amaze dengan apa yang oil-oil ini lakukan untuk perbaikan kulitku.

Selama kurang lebih 3 bulan nyobain grape seed oil, inilah beberapa benefit yang aku rasakan:

  1. punya kulit oily acne prone itu rentan sekali sama yang namanya breakout tapi grape seed oil sama sekali nggak menyebabkan itu. Its not acne trigger. Amanlah pokoknya mah
  2. kalau mau keluar jerawat (entah itu karena hormonal, pola makan yang buruk, dan lain-lain) dia membantu meredakan kemerahan meskipun nggak membantu banyak untuk meredakan jerawat. Lebih nampol hemp seed oil kalo untuk urusan ini
  3. jauh lebih terasa lembab dibandingkan hemp seed oil. Kadang hemp seed oil ini pas sore udah bikin kulitku terasa lumayan kering kerontang pas sore
  4. oil control-nya juga bagus. Dia memang membantu menyeimbangkan kadar air dan minyak di wajah tapi nggak bikin kulit sampai berasa kering.

Untuk klaim brightening skin dan eliminates dark circles (for eyes) ini nggak aku rasakan. Aku memang merasa kulitku jadi lebih cerah tapi itu bukan karena grape seed oil tapi serum Vitamin C dan exfoliating pads yang sedang aku pakai sekarang.

Lalu untuk klaim slow sign of aging, kayanya belum aku rasain juga. Alhamdulillah sampai sekarang aku ngerasa kulitku masih aman dari hal itu kecuali di area bawah mata.

Ya mudah-mudahan untuk jangka panjang kalo rajin makenya beneran bisa memperlambat penuaan karena memang grape seed oil mengandung banyak antioksidan dan vitamin yang bermanfaat banget buat kulit.

Final Thought

Untuk yang kulitnya normal atau kombinasi, oily, acne prone, aku rasa grape seed ini lumayan banget untuk dicoba karena memang dia adalah golongan oil yang ringan.

Kalau kulitmu lagi bermasalah banget sama jerawat yang lumayan banyak dan nggak reda-reda, aku saranin lebih baik cobain hemp seed oil tapi kalau intensitas jerawatmu jarang-jarang, sering kemerahan atau iritasi dan pengen kulit lebih lembab, i thought grape seed oil is the perfect one.

Untuk kulit kering sebaiknya jangan coba dua oil ini ya karena kulitmu pasti akan kerasa makin kering. Aku lebih merekomendasikan almond oil atau argan oil. Rosehip oil better digunakan untuk kalian yang bermasalah sama bekas jerawat karena mengandung Vitamin C yang memang bermanfaat untuk mencerahkan kulit dan menipiskan noda hitam.

So, seriously take this as a serious advice. Oil is not our skin enemy!

Nemplokin minyak di wajah itu bukanlah hal yang buruk dan nggak akan memperburuk keadaan kulit. Kulit makin berminyak dan clogged pores yang katanya bisa terjadi untuk pemakaian oil di kulit itu beneran hanya mitos (tentu saja harus, kudu dan wajib memilih minyak yang sesuai dengan jenis kulit). Jangan takut lagi sama minyak ya, Girls!

Note: Aku membeli Olaskin Grape Seed Oil ini dengan uang pribadiku. Jadi semua review diatas murni merupakan honest review berdasarkan pengalamanku selama menggunakan produk tersebut tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.

Semoga review ini bermanfaat dan sampai jumpa di post selanjutnya!

img_0722

3 thoughts on “Review: Olaskin Grape Seed Oil”

  1. Yang paling kutunggu nih! 😂
    Nanya sedikit ya Kak Kinan, katanya cara penyimpanan hemp seed oil itu ribet karena gampang ter-oksidasi. Kak Kinan nyimpennya gimana? Thanks before ❤

    1. Sama aja kok nyimpennya kaya skincare biasa. Dikamar yg memang sama sekali gak kena matahari & bukan ruangan ber AC jg. Tp so far punyaku belum (dan jangan sampe) teroksidasi😆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *